Menyiapkan Organisasi Menghadapi UU Perlindungan Data Pribadi
Langkah praktis yang dapat dimulai hari ini untuk memenuhi kewajiban perlindungan data pribadi.
Kewajiban perlindungan data pribadi bukan lagi urusan divisi hukum semata. Sebagian besar pekerjaannya justru berada di ranah teknis dan operasional.
Mulai dari inventarisasi
Sebelum membicarakan kebijakan, jawab dulu pertanyaan dasar: data pribadi apa saja yang organisasi Anda simpan, di mana, dan siapa yang dapat mengaksesnya?
Dalam praktiknya, langkah ini hampir selalu mengungkap hal yang mengejutkan — salinan data pelanggan di spreadsheet pribadi, basis data lama yang tidak pernah dihapus, atau aplikasi pihak ketiga yang menyimpan lebih banyak dari yang dikira.
Empat langkah awal
1. Petakan aliran data
Catat dari mana data masuk, ke mana disalurkan, berapa lama disimpan, dan kapan dimusnahkan.
2. Kurangi yang tidak perlu
Data yang tidak Anda simpan tidak dapat bocor. Tinjau kembali formulir dan sistem: apakah semua kolom benar-benar dibutuhkan?
3. Batasi akses
Terapkan prinsip hak akses seminimal mungkin. Tidak semua staf perlu melihat seluruh basis data pelanggan.
4. Siapkan prosedur insiden
Tentukan siapa yang harus dihubungi, dalam berapa lama, dan apa yang harus dilakukan bila terjadi kebocoran. Prosedur yang disusun saat tenang jauh lebih baik daripada yang disusun saat panik.
Dokumentasi yang diperlukan
Bagi pelaku usaha di bidang teknologi informasi, kepemilikan SOP keamanan data dan sistem elektronik merupakan salah satu kewajiban yang diperiksa saat pengawasan. Menyusunnya lebih awal jauh lebih ringan daripada mengejar tenggat.
Penutup
Kepatuhan bukan proyek sekali jadi. Yang dibutuhkan adalah kebiasaan meninjau ulang secara berkala — sama seperti pencadangan data: tidak menarik, tetapi menyelamatkan ketika dibutuhkan.
